PT. PAN PACIFIC NESIA


 PT. PAN PACIFIC NESIA adalah perusahaan yang bergerak di industri garmen.PT. PAN PACIFIC NESIA memproduksi pakaian seperti celana panjang, gaun dan jaket. Tentu saja,kualitas tinggi dan ahli profesional yang diperlukan, di mana produk harus orientasi ekspor penjualan. Adapun kisaran standar perusahaan yang kita gunakan untuk mendukung produk-produk berkualitas dan kenyamanan menjadi penting

Ini ditandai dengan peresmian pabrik garmen milik PT Nesia Pan Pacific Clothing oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (22/1), di mana 100 persen produksinya berorientasi pasar ekspor.


Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang tergabung dalam Pan Pacific Group itu kabarnya telah meneken kontrak jangka panjang untuk menjadi pemasok pakaian dengan merek GAP dan H&M yang tenar di pasar mode Amerika Serikat (AS).


CNNIndonesia.com pun berkesampatan menyaksikan langsung peresmian, sekaligus mengunjungi lokasi pabrik yang terletak di Kecamatan Ngadirejo bersama rombongan Kepresidenan dan beberapa awak media sejak Kamis (21/1).


Dalam kesempatan itu, CEO Grup Pan Pacific, Suk-won Lim optimistis angka produksi dan ekspor pakaian perseroan bakal meningkat dari waktu ke waktu menyusul recana pendirian tujuh unit pabrik dengan total kapasitas produksi mencapai 1,5 juta pakaian per tahun.


Di mana perusahaan garmen asal Korea Selatan ini menghitung nilai ekspor dari total pakaian 1,5 juta pakaian yang diekspor tadi mencapai US$10,5 juta per tahun.


"Ini karena 100 persen produk sudah ekspor dan pangsa pasar Kami yang ada di Eropa dan Amerika Serikat sudah mencapai 70 persen. Sementara 30 persennya ke negara-negara lain," jelas Lim dengan santai.


Lim bercerita, sebelum membangun pabrik garmen di Wonogiri sedianya perseroan pernah memiliki niatan untuk membangun pabrik di Salatiga.


Namun, lantaran terbentur kesiapan infrastruktur dan kondisi geografis maka rencana pembangunan pabrik di Salatiga dialihkan ke Wonogiri yang dinilai lebih memungkinkan untuk mendirikan pabrik.


"Kami memlih Wonogiri karena posisi daerahnya yang lebih tinggi dan hembusan angin banyak, sehingga membuat nyaman untuk bekerja, aka setelah membuka pabrik di Wonogiri, kami akan pindahkan semua pabrik di Jakarta ke sini (Wonogiri)," lanjut Lim.


Sementara itu, Kepala Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengaku untuk mendirikan pabrik di Wonogiri Nesia Pan Pacific telah menggelontorkan investasi senilai US$14,5 juta atau berkisar Rp 200miliar.

Komentar